Halaman

Welcome to My Blog ^^

Welcome to My Blog ^^
Tampilkan postingan dengan label Japan Wave. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Japan Wave. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 21 April 2012

Mengenal Beragam Makanan Khas`Jepang

hhhmmm sepertinya setelah aq nge share tentang perayaan hanami di jepang,nggak afdol deh kalau aq nggak ngasi tau makanan makanan khas jepang yang terkenal itu...
Seperti kita tau perayaan hanami kan identik dengan makan makan bersama orang yang tercinta di bawah rindangnya sakura hehe...ini ada beberapa makanan khas jepang yang mungkin kalian sdh pernah makan di Indonesia
1. Domburimono
Hidangan ini terdiri dari sebuah mangkuk (domburi) beras ditutup dengan berbagai lauk seperti daging sapi rebus (Gyudon), ayam dan telur (oyakodon), udang goreng (tendon) atau daging babi goreng dan telur ( katsudon) dengan sup tahu dan acar. Mereka sering makan ini karena harganya lebih terjangkau.












2. Tempura
Tempura adalah seafood atau sayuran yang dicelupkan ke dalam adonan dan digoreng, tempura disajikan dengan saus dan daikon. Kata “Tempura” berasal dari Portugis ‘tempero’ ( saus) dan hidangan ini berasal dari pertengahan abad ke-16, ketika Portugis dan budaya Spanyol pertama kali diperkenalkan ke Jepang.










3. Sukiyaki
Ini adalah sup sayuran lezat dgn daging sapi yang dimasak dengan Nabe besar dan dicelupkan ke dalam semangkuk telur mentah yang telah hancur. Sayuran yang biasanya digunakan adalah daun bawang, jamur shiitake dan daun krisan (shungiku). Juga ditambahkan dengan tahu dan mie (shirataki), bahan dimasak dalam saus yang terbuat dari kecap, gula dan sake manis (mirin).










4. Shabu-Shabu
Untuk hidangan ini, kita bisa mencelupkan irisan tipis daging sapi dalam panci berisi air mendidih selama beberapa detik dan kemudian daging sapi tadi dicelupkan ke dalam saus wijen (goma dare) sebelum kita makan. Kemudian, sayur-sayuran seperti jamur Enoki dan kubis cina, tahu dan shirataki ditambahkan. Ketika dimasak, makanan ini dicelupkan ke dalam saus kecap dan jeruk (ponzu). Setelah daging sapi dan sayuran telah selesai, udon dapat ditambahkan ke dalam panci dan dimakan dengan tambahan Penyedap lain seperti kaldu, bawang putih, lokio dan daikon. Ini merupakan makanan yang paling Ekonomis di jepang


5. Okonomiyaki
Ini dapat digambarkan sebagai kue Jepang yang gurih. Sayuran dan daging cincang atau seafood yang dicampur dengan adonan dan dimasak di atas wajan. Seperti kue yang lain, Okonomiyaki bisa dibalik agar matang di kedua sisinya. kemudian diatasnya dilumuri dengan saus khusus dan mayones dan ditaburi nori dan ikan kering serpih (katsuobushi) maupun telur goreng.








6. Yakitori

Yakitori itu sendiri seperti sate, terdiri dari potongan ayam, termasuk jantung, hati dan tulang rawan yang dimasak dengan tusuk daging dimasak di atas panggangan arang. Cara ini juga dimasak di restoran yakitori (yakitoriya) adalah berbagai macam sayuran seperti paprika hijau (piman), bawang putih (ninniku) dan bawang merah(Negi).
Orang jepang menyukai rasa yang tajam baik menggunakan saus (tare) atau garam (shio). Menu tersebut biasanya mengandung berbagai makanan lain juga. Yakitoriya merupakan makanan ringan untuk menemani orang jepang saat minum.
7. Mie Ramen
Mie ramen adalah masakan mi kuah Jepang yang berasal dari Cina. Orang Jepang juga menyebut ramen sebagai chuka soba (soba dari Cina?) atau shina soba karena soba atau o-soba dalam bahasa Jepang sering juga berarti mi.Ramen adalah makanan banyak rakyat di Jepang.Kaldu untuk kuah bisa diambil dari campuran berbagai bahan seperti tulang babi, tulang sapi, tulang ayam, katsuobushi, sababushi, niboshi, konbu, kacang kedelai gongseng, shiitake, bawang bombay atau daun bawang. Ramen bisa digolongkan berdasarkan jenis-jenis kuah misalnya kuah rasa kecap asin, kuah rasa tonkotsu (tulang babi), rasa shio (garam), dan rasa miso.
8. Teriyaki
Kata teriyaki berasal dari kata teri yang artinya bersinar (karena mengandung gula), dan kata yaki yang artinya dibakar atau dipanggang. Sewaktu sedang membuat teriyaki, bahan-bahan makanan yang akan dipanggang dicelupkan dan diolesi dengan saus teriyaki sampai beberapa kali hingga betul-betul masak. Di Jepang, bahan yang banyak dipakai pada masakan teriyaki adalah ikan (salem, tongkol, mackarel, trout, marlin), sedangkan di luar Jepang digunakan berbagai jenis daging (ayam, sapi, babi), atau cumi-cumi maupun bahan dari ubi konnyaku.

9. Takoyaki
Takoyaki dengan isi yang disukai penduduk setempat (kadang-kadang tanpa gurita) berusaha diperkenalkan di negara-negara yang penduduknya merasa ngeri memakan gurita.



10. Dorayaki
Dorayaki adalah kue yang berasal dari Jepang. Dorayaki termasuk ke dalam golongan kue tradisional Jepang (wagashi) yang bentuknya bundar sedikit tembam, terdiri dari dua lembar kue yang direkatkan dengan selai kacang merah. Dorayaki memiliki tekstur yang lembut dan mirip dengan kue Jepang yang disebut Kastela karena adonan yang mengandung madu.


11. Onigiri
Onigiri adalah nama Jepang untuk makanan berupa nasi yang dipadatkan sewaktu masih hangat sehingga berbentuk segi tiga, bulat, atau seperti karung beras. Dikenal juga dengan nama lain Omusubi, istilah yang kabarnya dulu digunakan kalangan wanita di istana kaisar untuk menyebut Onigiri. Onigiri dimakan dengan tangan, tidak memakai sumpit.


12. Sushi
Sushi adalah makanan Jepang yang terdiri dari nasi yang dibentuk bersama lauk (neta) berupa makanan laut, daging, sayuran mentah atau sudah dimasak. Nasi sushi mempunyai rasa masam yang lembut karena dibumbui campuran cuka beras, garam, dan gula.
Asal-usul kata sushi adalah kata sifat untuk rasa masam yang ditulis dengan huruf kanji sushi (酸し). Pada awalnya, sushi yang ditulis dengan huruf kanji 鮓 merupakan istilah untuk salah satu jenis pengawetan ikan disebut gyoshō (魚醤) yang membaluri ikan dengan garam dapur, bubuk ragi atau ampas sake. Penulisan sushi menggunakan huruf kanji 寿司 yang dimulai pada zaman Edo periode pertengahan merupakan cara penulisan ateji (menulis dengan huruf kanji lain yang berbunyi yang sama).
13. Sashimi
Sashimi adalah makanan Jepang berupa makanan laut dengan kesegaran prima yang langsung dimakan dalam keadaan mentah bersama penyedap seperti kecap asin, parutan jahe, dan wasabi. Makanan laut segar seperti ikan, kerang, dan udang karang dihidangkan dalam bentuk irisan kecil yang mudah dimakan, sedang udang berukuran kecil hanya dikupas kulitnya dan dibuang kepalanya saja.
Tsuma adalah sebutan untuk bahan makanan penyerta yang bisa berupa lobak yang dipotong panjang-panjang dengan ukuran sangat halus, daun berwarna hijau yang disebut Oba (Aojizo), atau rumput laut seperti Wakame dan Tosakanori.
Sashimi juga berarti menikmati sesuatu dalam keadaan mentah, mulai dari potongan mentah daging Kuda (Basashi), daging ayam (Torisashi), hati ayam atau hati sapi, sampai pada potongan Konnyaku dan kembang tahu yang disebut Yuba.
Di daerah Kansai, sashimi lebih dikenal dengan sebutan O-tsukuri.
14. Nabe
Nabe adalah jenis masakan Jepang yang dimasak dan dihidangkan di dalam panci besar. Dalam bahasa Jepang, nabe berarti panci. Panci diletakkan di atas kompor kecil atau plat pemanas yang ada di atas meja. Sambil dimasak menggunakan panci atau wadah dari keramik bernama donabe, dan makanan dihidangkan di atas meja makan langsung bersama pancinya.
Masakan nabe termasuk jenis masakan steamboat yang dihidangkan untuk beberapa orang sekaligus yang duduk mengelilingi panci berisi hidangan utama. Makanan diambil sendiri dari panci oleh orang yang ingin memakannya, dan dipindahkan ke mangkuk milik sendiri sebelum dimakan. Selain disebut Naberyōri, makanan jenis ini juga disebut Nabemono. Makanan ini populer sebagai makanan musim dingin di Jepang.
Sebelum zaman Edo, orang Jepang memiliki budaya makan “satu orang satu nampan”. Pada waktu itu, masakan nabe dihidangkan untuk satu atau dua orang. Pada zaman Meiji, masakan nabe menjadi begitu populer, terutama masakan nabe daging sapi yang disebut gyūnabe.
15. Donburi
Donburi adalah makanan Jepang berupa nasi putih dengan berbagai macam lauk di atasnya seperti ikan, daging dan sayur-sayuran berkuah yang dihidangkan di dalam mangkuk besar yang juga disebut donburi. Kuah untuk donburi bergantung pada jenis makanan, tapi pada umumnya berupa dashi dicampur kecap asin dan mirin.


16. Ochazuke
Ochazuke atau chazuke adalah nama makanan Jepang atau cara makan berupa nasi putih dengan lauk sekadarnya yang dituangi air teh hijau, dashi atau air panas. Yūzuke adalah sebutan lain untuk nasi yang dituangi air panas. Lauk diletakkan di atas nasi sebelum dituangi air teh (teh hijau atau hōjicha), dashi atau air panas. Lauk yang digunakan misalnya umeboshi, tsukemono, shiozake, nori, tsukudani, shiokara, wasabi, tarako (mentaiko).
Ochazuke merupakan makanan pengisi perut misalnya di antara dua waktu makan atau sewaktu masih lapar sebelum tidur. Di rumah makan tradisional atau di pemandian air panas, tamu sering ditawari ochazuke untuk menetralkan rasa pada mulut sehabis menikmati makanan mewah yang enak-enak.
Sebenarnya aq yakin masih bnyak lagi makanan khas jepang yang blm ter tulis disini. Aq janji nanti ketika calon suamiku sdh berada di jepang,dia akan me live report makanan makanan khas jepang lainnya...Ditunggu ya ^^





Jumat, 20 April 2012

Tradisi Hanami di Jepang





Kalau sudah memasuki bulan April, jadi ingat waktu bunga sakura bermekaran di jepang. semua jalan hampir ditutupi dengan bunga sakura yang cantik. Piknik pada musim semi di Jepang sepertinya merupakan hal yang tak boleh dilewatkan. Yang gila adalah banyak orang rela tidur semalaman di alam terbuka agar kavling untuk tempat berpiknik tidak diserobot orang pada keesokan harinya!
Musim semi adalah salah satu musim yang paling indah di Jepang, karena seluruh Jepang dihiasi mekarnya bunga Sakura. Tempat-tempat terindah di musim semi adalah taman-taman, daerah sepanjang tepi sungai, dan objek-objek wisata. Peristiwa indah yang hanya datang setahun sekali ini dimanfaatkan oleh masyarakat Jepang untuk pergi piknik di bawah pohon Sakura, dikenal sebagai Hanami.
Setelah musim dingin berangsur-angsur berakhir, suhu mulai sedikit demi sedikit menghangat. Sinar matahari terasa hangat di musim semi, walaupun angin dingin tetap memaksa orang mengenakan baju hangat. Maklumlah, kadang-kadang masih 10o C!
Dalam cuaca yang relatif hangat terhampar tikar-tikar berwarna biru di taman-taman. Di atasnya orang duduk bercakap-cakap sambil makan kotak bekal yang dibawa dan minum bir serta sake. Tidak sedikit kelompok yang membawa peralatan barbeque.
Kendati cuaca belum sepenuhnya hangat, acara ini tetap mengasyikkan, lebih-lebih bagi orang asing yang baru pertama kali datang ke Jepang. Bayangkan saja, pada acara ini disajikan sushi dan sashimi. Mungkin sulit bagi sebagian orang asing untuk bisa menyukai sushi dan sashimi, tetapi bagi orang Jepang kedua makanan ini merupakan hidangan mahal yang wajib disajikan untuk para tamu yang dihormati.
Dari abad ke-12
Hanami bagaikan virus demam yang menyebar ke seluruh Jepang. Tradisi tersebut sudah berlangsung berabad-abad lamanya, kurang lebih berasal dari abad XII (karena tidak ada catatan pastinya). Tradisi yang menggambarkan kecintaan pada bunga Sakura ini sedikit banyak ada sangkut pautnya dengan cerita keberanian para serdadu Jepang di masa perang. Bagi mereka, gugur dalam perang adalah hal yang mulia dan dapat diperumpamakan dengan gugurnya bunga sakura. Kematian itu indah seperti gugurnya bunga sakura.
Bunga sakura memang hanya mekar di awal musim semi dan cuma beberapa minggu kemudian gugur. Karena itu masyarakat Jepang percaya bahwa keindahan sejati hanya terjadi sesaat, seperti halnya keberadaan manusia. Oleh karena itu, keindahan yang dihadapi saat ini harus dinikmati dan diapresiasi dengan baik. Tradisi untuk menghias makanan seindah mungkin juga mencerminkan kepercayaan ini. Keindahan makanan yang tersaji tak akan bertahan lama karena akan lenyap disantap.
Ada beberapa tempat yang sangat indah pada saat musim semi di Jepang. Di Kota Nara ada Gunung Yoshino yang tertutup bunga sakura pada awal musim semi. Dari udara, gunung tersebut terlihat seperti bunga raksasa.
Di Perfektur Hiroshima ada Miyajima, pulau yang disebut terindah di Jepang. Miyajima tidak hanya terkenal dengan bunga sakura di musim semi, namun juga terkenal dengan pohon mamoji yang indah sekali saat musim gugur.
Namun bila tak ada waktu ber-hanami di tempat-tempat terkenal, bisa saja ber-hanami di taman asalkan dihadiri teman dekat dan tersedia makanan yang sangat lezat.
Hal lain yang menjadikan hanami istimewa adalah dimulainya tahun ajaran baru di Jepang. Bulan April merupakan saat masuknya fresh graduate dari universitas ke tempat kerja. Hanami menjadi momen yang tepat untuk menyambut datangnya orang-orang baru di kantor, sekolah, klub, organisasi, dan segala jenis perkumpulan.
Bagi masyarakat Jepang yang sangat mementingkan silaturahmi kelompok, hanami adalah awal untuk membina hubungan dengan orang baru yang masuk ke kelompoknya. Oleh karena itu semua orang merasa perlu merayakan hanami bersama kelompoknya. Tak heran kalau banyak orang rela begadang semalaman demi mendapat kavling yang pemandangannya bagus.
Banyak yang mabuk
Semua orang benar-benar santai pada acara hanami. Tak jarang karena begitu banyak bir dan sake yang diminum, terjadi keributan. Bahkan hal-hal yang dapat menyebabkan kematian, seperti kecelakaan karena menyetir dalam keadaan mabuk. Di beberapa tempat terkadang tampak diletakkan bunga untuk menandai tempat tewasnya seseorang. Kejadian mabuk ini nyaris tidak bisa dihindarkan, terlebih karena anggota kelompok yang masih junior tidak enak hati menolak, apabila sang senior terus menyuruhnya minum bir.
Dalam masyarakat Jepang junior atau dikenal dengan sebutan kohai sangat menghormati senior alias sempai. Bila kohaimenolak untuk terus minum bir, suasana santai yang tercipta bisa rusak dan kohai merasa bertanggung jawab akan kerusakan suasana itu.
Keributan karena mabuk masih ditambah kegaduhan tape karaoke yang disetel sangat keras. Di tengah musik yang gaduh itu anak-anak muda berjingkrak-jingkrak menari. Sementara kelompok usia baya, biasanya cukup menyanyi lagu-lagu tradisional Jepang sambil menari. Kegaduhan itu memuncak di waktu malam sehingga sangat mengganggu lingkungan di sekitar taman tempat orang ber-hanami.
Setelah bunga sakura berguguran, suhu berangsur-angsur semakin panas. Setelah mencapai puncaknya di bulan Agustus, suhu perlahan-lahan kembali menjadi sejuk di musim gugur, untuk kemudian menjadi sangat dingin di musim dingin. Hanami akan kembali datang musim semi tahun depan. Oleh karena itu kehadirannya yang hanya sebentar harus dinikmati.